Kamis, 10 Februari 2011

Industri & Perdagangan

Lembaga Keuangan

Pada akhir tahun 2006 posisi dana simpanan bank umum dalam bentuk  rupiah tercatat sebanyak Rp 1.131.173.000.000 rupiah sedang valuta asing tercatat sebanyak Rp 6.460.000.000 rupiah. Sedang posisi kredit bank umum dalam bentuk  rupiah tercatat sebanyak Rp 1.385.569.000.000 rupiah sedang valuta asing tercatat sebanyak Rp 112.415.000.000 rupiah. Rasio pinjaman terhadap simpanan pihak ketiga adalah 1:1,32. Jika dilihat dari jenis penggunaannya maka kredit bank umum 53,00% digunakan untuk modal kerja, 6,66% untuk investasi dan sisanya sebanyak 40,33% digunakan untuk konsumsi. Dari total kredit yang diberikan 27,06 % digunakan oleh usaha kecil dan menengah. Sektor Ekonomi yang menggunakan kucuran kredit terbesar adalah sektor perdagangan dan pertanian masing-masing sebanyak 52,76% dan 38,47%.
Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Kecil Menengah jumlah koperasi di Kabupaten Indramayu sebanyak 732 Koperasi, 727 koperasi diantaranya merupakn koperasi primer sedang 5 koperasi sisanya adalah koperasi sekunder. Jumlah anggota koperasi di seluruh Kabupaten Indramayu tahun 2006 adalah 160.443 anggota. Dan ini berarti sekitar 9,39 % penduduk Indramayu adalah anggota koperasi. Dengan volume usaha dua kali lipat dari modalnya sendiri, volume usaha koperasi di tahun 2006 sebesar Rp. 123.464.702,-. dengan modal Rp. 62.080.537,- .
Industri
Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang kini banyak dilirik masyarakat sebagai sarana untuk berusaha dalam menghadapi era otonomi daerah. Keadaan ini bisa terlihat dari meningkatnya jumlah perusahaan industri di Kabupaten Indramayu, jumlah perusahaan industri besar sedang pada tahun 2006 tercatat sebanyak 31 unit usaha dari sekitar 380 perusahaan yang dibina Dinas Tenaga Kerja.
Ketenagakerjaan
Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja tahun 2006 jumlah pencari kerja yang belum ditempatkan sebanyak 38.026 pencari kerja, dengan spesifikasi tingkat pendidikan yang bervariasi dari sekolah dasar sampai dengan lulusan sekolah menengah kejuruan.
Investasi
Jika dilihat dari segi investasi kurangnya investasi menyebabkan tersendatnya penyerapan tenaga kerja di wilayah Kabupaten Indramayu.  Pada tahun 2006 tercatat masuknya 1 investor PMDN dan 1 investor Non PMA/PMDN yang menyebabkan naiknya nilai investasi dari Rp. 790.661.000.000,- menjadi                    Rp. 831.771.000.000,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar